RNews-Metro | Setelah satu dekade dibiarkan rusak, jalan di kawasan Tejo Agung, Metro Timur, akhirnya tersentuh pembangunan. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, meninjau langsung progres pengerjaan Jalan Sultan Syahrir guna memastikan perbaikan berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan pemerintah.
Bagi warga setempat, pembangunan ini ibarat napas segar setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan jalan berlubang dan debu. RS (46), warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek, mengaku hampir tidak percaya ketika alat berat mulai bekerja di depan rumahnya.
“Sudah sepuluh tahun jalan ini tidak diperbaiki. Baru kali ini dibenahi, kami tentu sangat senang,” katanya dengan nada lega, Senin, 6 Oktober 2025.
Kondisi jalan di Tejo Agung selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga. Selain menghambat aktivitas ekonomi, kerusakan jalan juga menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Kini, dengan adanya perbaikan, warga berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi agar tidak lagi menunggu satu dekade untuk merasakan perubahan.
Wali Kota Bambang Iman Santoso menyadari keluhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemerataan pembangunan jalan di Kota Metro dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran daerah.
“Pembangunan kita lakukan bertahap, karena setiap pekerjaan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ujarnya.
Bambang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika sebagian wilayah masih belum tersentuh pembangunan. Menurutnya, pemerintah terus berupaya agar setiap sudut kota mendapat perhatian yang proporsional.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat kalau belum semua jalan diperbaiki. Kami terus berupaya agar pemerataan pembangunan bisa dirasakan seluruh warga,” tambahnya.

Meski begitu, Bambang menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam setiap proyek infrastruktur. Ia mengingatkan agar kontraktor dan pihak pengelola yang tidak memenuhi standar kualitas pekerjaan tidak lagi dilibatkan dalam proyek pemerintah.
“Bukan hanya perusahaannya, tapi orangnya juga harus di-blacklist,” tegasnya.
Penegasan itu mencerminkan upaya Pemerintah Kota Metro untuk memperbaiki tata kelola pembangunan infrastruktur agar lebih transparan dan berorientasi pada kualitas.
Dengan langkah ini, Bambang berharap tidak ada lagi wilayah yang terabaikan selama bertahun-tahun hanya karena kelalaian atau lemahnya pengawasan. (ADV)
