RNews-Metro. RSUD Ahmad Yani Metro Komitmen Tingkatkan Pelayanan Melalui Visitasi Pengampuan.
Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan Visitasi Pengampuan Pelayanan dari Kementerian Kesehatan & Rumah Sakit Persahabatan Jakarta yang berlangsung pada 21 – 22 Mei 2026 lalu.
Ketua Tim Visitasi RS Persahabatan Jakarta, dr. Ernie Meliane Yulisye, A.Md.F.T., menjelaskan bahwa program pengampuan kesehatan ibu dan anak yang melibatkan Persatuan Dokter Anak bersama sejumlah tenaga kesehatan spesialis.
“Program ini bertujuan mendampingi rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Lampung dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak,” ujar belum lama ini.
Ia menambahkan, tim pengampu terdiri dari tenaga kesehatan ibu dan anak, dokter spesialis, tenaga elektromedik, hingga perawat intensif anak yang melakukan pendampingan teknis sekaligus evaluasi lapangan.
Menurutnya, program monitoring dan evaluasi dari Kementerian Kesehatan tersebut diarahkan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan nasional.
Dalam visitasi tersebut, tim melakukan simulasi penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan pasien di IGD, penanganan ibu hamil, resusitasi bayi, hingga tindakan penyelamatan nyawa bayi dalam kondisi kritis.
Tim visitasi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan sarana dan prasarana RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, khususnya fasilitas MICU yang dinilai memiliki peralatan modern dan lengkap.
“Untuk sarana dan prasarana MICU di RSUD Ahmad Yani Metro ini luar biasa. Peralatannya sangat baik dan bahkan ada yang belum dimiliki rumah sakit lain,” ungkap dr. Ernie.
Sementara itu, Direktur RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro, Eko Hendro Saputra mengatakan, pemantapan RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro sebagai rumah sakit pengampu pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, dengan adanya dukungan kelengkapan sarana, prasarana dan
alat kesehatan yang dimiliki, serta diperkuat keberadaan dokter sub spesialis feto maternal yang masih langka.
“Beberapa indikator penilalain lain diantaranya kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki seperti dua (2) orang dokter spesialis obstetri ginekologi, dan dua (2) orang dokter spesialis anak,” ujar Eko pada Senin (15/06/2026).
“Selain itu, kesiapan tim PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yaitu tim medis khusus yang bertugas memberikan penanganan siaga 24 jam untuk kedaruratan Ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir. Juga di dukung oleh bidan dan perawat yang sudah terlatih PONEK,NICU, PICU,” tambahnya.
Eko menjelaskan bahwa, ada beberapa indikator penilaian yang memadai, yang juga membuat RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro menjadi rumah sakit pengampu pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Indikator penilaian lainnya adalah sudah memiliki bank darah yang berstandar,
peralatan neonatus yang sudah baik, adanya ventilator transport, ruangan NICU Perina yang bersih dan bagus, ada ruang susu, alat CIPAP, USG, fasilitas kamar operasi yang dekat dengan IGD, ruang poli, ruang bersalin,” paparnya.
Eko mengungkapkan, tim juga sependapat bahwa RSUD A Yani memiliki pelayanan neonatus yang sudah sangat baik dan bisa menjadi pusat rujukan neonatus.
”Berdasarkan angka kunjungan 2025 pelayanan ante natal care sebanyak 37 kasus, pelayanan persalinan ada 201 kasus, kematian maternal ada 4 kasus dan kematian neonatal ada 18 kasus,” ungkapnya.
Namun begitu, menurut Eko, menjadi pengampuan layanan ibu dan anak, bukan akhir dari tujuan rumah sakit, justru tantangan kedepan lebih berat untuk terus meningkatkan mutu layanan.
”Apabila rumah sakit tidak mampu menjaga mutu layanan, maka akan ditinggalkan masyarakat. Sebaliknya, bila mampu menjaga mutu layanan maka kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat,” tuturnya.(Rilis)
