RNEWS-METRO — Inovasi pelayanan kesehatan di RSUD Sumbersari Bantul, Kota Metro, kembali menjadi perhatian. Setelah menghadirkan program Jemput Sakit Pulang Sehat dan Mobil Sehat, kini muncul wacana pengembangan layanan rawat inap bagi pasien dengan gangguan kesehatan jiwa.
Gagasan tersebut mengemuka dalam obrolan santai bersama Direktur RSUD Sumbersari Bantul, Hasril Syahdu, M.K.M., di ruang kerjanya pada Rabu (28/10/2026).
Wacana ini menjadi perhatian karena kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa di Kota Metro dinilai perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan data yang telah diverifikasi, terdapat sekitar 306 warga Kota Metro yang mengalami gangguan jiwa.
Jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya menyangkut penanganan penyakit fisik, tetapi juga kesehatan jiwa yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan fasilitas perawatan sesuai kebutuhan pasien.
Setelah program Jemput Sakit Pulang Sehat yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat serta Mobil Sehat sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan, wacana rawat inap jiwa diharapkan menjadi langkah berikutnya dalam memperluas perhatian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Direktur RSUD Sumbersari Bantul, Hasril Syahdu, M.K.M., menyampaikan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Pelayanan kesehatan jiwa merupakan kebutuhan yang tidak boleh kita abaikan. Di balik data ratusan warga yang mengalami gangguan jiwa, ada pasien yang membutuhkan penanganan dan keluarga yang membutuhkan dukungan. Karena itu, akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak perlu terus kita pikirkan bersama,” ungkap Hasril.
Menurutnya, wacana layanan rawat inap jiwa diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang lebih mudah dijangkau apabila rencana tersebut nantinya dapat direalisasikan.
Namun, pengembangan layanan tersebut membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan profesional, sistem pelayanan, hingga pemenuhan ketentuan dan perizinan yang berlaku.
Persoalan kesehatan jiwa tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasien membutuhkan penanganan yang sesuai dengan kondisi medisnya, sementara keluarga kerap menghadapi tantangan dalam memberikan perawatan dan pendampingan sehari-hari.
Di sisi lain, stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa masih menjadi tantangan sosial yang perlu dihadapi bersama. Mereka berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang manusiawi, tanpa diskriminasi maupun perlakuan yang merendahkan martabat.
“Harapan kami, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa dapat memperoleh penanganan yang tepat. Ini bukan hanya tentang menyediakan tempat perawatan, tetapi juga bagaimana pasien mendapatkan pelayanan yang profesional dan manusiawi, serta keluarga memperoleh dukungan yang dibutuhkan,” lanjutnya.
Wacana rawat inap jiwa tersebut masih memerlukan pembahasan dan kajian lebih lanjut. Dukungan Pemerintah Kota Metro, Dinas Kesehatan, serta pihak terkait akan menjadi bagian penting dalam menilai kebutuhan dan kemungkinan pengembangan layanan tersebut.
Apabila dapat direalisasikan, layanan ini diharapkan menjadi tambahan pilihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Metro, khususnya pasien yang membutuhkan perawatan kesehatan jiwa secara intensif sesuai rekomendasi tenaga medis.
Harapannya, upaya meningkatkan pelayanan kesehatan tidak berhenti pada program yang telah berjalan. Kebutuhan masyarakat yang terus berkembang juga perlu menjadi pertimbangan dalam merancang pelayanan berikutnya.
Setelah Jemput Sakit Pulang Sehat dan Mobil Sehat, wacana rawat inap jiwa kini menjadi harapan baru yang patut dikaji dan diperjuangkan bersama.
Sebab, pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga memastikan bahwa setiap warga, termasuk mereka yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pertolongan, perawatan, dan kehidupan yang lebih bermartabat. (Rilis)
